[Solusi Iklim 5] Energi hijau melalui peningkatan kesadaran generasi baru [fr]

Green School di Bali merupakan proyek pionir yang dibuka pada bulan September 2008, di dekat desa Sibang Kaja, Bali. Memikirkan ulang pendidikan anak-anak usia dini melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan merupakan hal yang mendasar. Tujuannya agar mereka terbentuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan peduli akan lingkungan di sekitar mereka.


PNG

1. Sekolah yang berorientasi lingkungan

PNG Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), gedung-gedung bertanggung jawab atas konsumsi 40% energi setiap tahunnya dan hampir 30% emisi gas rumah kaca yang terkait dengan penggunaan energi. Namun sektor bangunan juga memiliki potensi paling besar dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca secara signifikan, melalui upaya-upaya berbiaya rendah. Sejumlah solusi siap dimanfaatkan (bangunan bebas emisi karbon, arsitektur tropis, teknologi dan bahan rendah emisi karbon, dll.) dan keuntungan sosio-ekonomi serta manfaatnya bagi kesehatan sudah terbukti.

Salah satu solusi tertuang dalam desain dan konstruksi sekolah-sekolah hijau di berbagai penjuru dunia, guna mempromosikan gedung sekolah yang ramah lingkungan. Sekolah hijau merupakan konsep inovatif yang meliputi tiga hal :

• Peralatan : desain dan konstruksi ramah lingkungan, baik dari segi proses maupun dari bahan-bahan yang digunakan, di antaranya sel surya, penangkap panas matahari dan sumber energi terbarukan lainnya, kayu, atap tanaman, daur ulang air hujan.
• Aplikasi sistem operasional : yang cerdas dan berkelanjutan
• Pendidikan : melalui perangkat ajar yang berorientasi pendidikan lingkungan


Green School Bali yang dibuka pada bulan September 2008 merupakan pelopor kampus swasta ramah lingkungan di Indonesia, yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, baik dari segi desain maupun kurikulum. Struktur serta kelengkapan bangunan terutama menggunakan bahan dasar bambu dan bahan-bahan lokal (hingga 99%) dan sebagian berkonsep terbuka, sehingga cahaya matahari maupun udara bebas bersirkulasi. Selain itu, hampir semua makanan yang dikonsumsi di sekolah ini diproduksi sendiri, dengan bantuan para murid yang mengikuti kelas teori dan praktek, yang berkaitan dengan lingkungan.

2. Percontohan otonomi energi

PNG Sekolah merealisasikan proyek energi mandiri berkat dukungan perusahaan Perancis Akuo Energy, produsen independen energi terbarukan terkemuka asal Perancis, yang memberdayakan keahliannya untuk mewujudkan proyek pesanan ini, melalui instalasi panel surya di atas struktur bambu serta pembangkit listrik tenaga air yang menggunakan aliran sungai di dekat sekolah. Proyek ini mencakup pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas total 21kWc yang memproduksi 28,25 MWh/tahun. Infrastruktur ini dapat berfungsi selama sekurang-kurangnya 20 tahun.

Teknologi yang digunakan dalam proyek ini memungkinkan baterai menyesuaikan produksi energi dengan konsumsi energi sekolah. Proyek ini dilengkapi program peningkatan kesadaran para murid untuk menjalankan kegiatan ramah lingkungan, guna menghindari pemborosan energi.

GIF

Diterbitkan pada 04/12/2015

Kembali ke atas