AFD memperbaharui bantuannya ke Bank Mandiri untuk mendukung munculnya energi bersih dan terbarukan [fr]

Badan Perancis untuk pembangunan (AFD) pada tanggal 8 November lalu telah menandatangani kesepakatan pinjaman sebesar 100 juta Dolar AS dengan Bank Mandiri, bank dagang terbesar di Indonesia, untuk pendanaan proyek-proyek energi bersih dan terbarukan di Indonesia.

Ini merupakan saluran pinjaman untuk pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan kedua, yang diberikan kepada bank tersebut. Pinjaman pertama telah dikucurkan pada tahun 2010 lalu dan digunakan untuk mendanai produksi listrik berdaya lebih dari 90 Mega Watt, baik yang berasal dari tenaga air, biogas, maupun pembangkit listrik dengan sistem kombinasi.
JPEG

Pembiayaan AFD itu merupakan bagian dari misi bantuan yang diemban lembaga tersebut untuk pengembangan ekonomi hijau dan solider, dengan tujuan melestarikan benda-benda publik global dan memerangi perubahan iklim.

Penyaluran kredit jangka panjang yang kedua ini, berdurasi 10 tahun, ditujukan untuk membiayai belasan proyek energi terbarukan dari tahun 2013 s.d. 2015. Kesepakatan ini akan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, sesuai dengan komitmen Indonesia yang dinyatakan pada tahun 2007 dengan target mengurangi emisinya sebesar 26% sampai dengan 41% pada tahun 2020 (berpatokan dengan skenario "business as usual"). Sektor-sektor investasi yang terpilih adalah pembangkit listrik tenaga air (menggunakan arus sungai, hingga 15 MW), biogas, energi surya, dan panas bumi.

Bantuan teknik terkait dengan pembiayaan ini akan diberikan pula, guna meningkatkan kemampuan evaluasi dan seleksi proyek-proyek oleh bank, sehingga dengan demikian bank akan memiliki kemampuan lebih baik dalam proses seleksi.

Untuk meluncurkan program tersebut, seminar pertama dari serangkaian kegiatan tentang pendanaan proyek-proyek energi terbarukan oleh bank-bank dagang, akan diselenggarakan di Jakarta pada awal tahun 2014. Para mitra perbankan AFD di negara-negara kekuatan ekonomi baru lain, seperti Turki, Cina dan India akan diundang ke seminar tersebut untuk membagi pengalaman mereka kepada jajaran direksi, dewan komisaris, dan pemimpin utama operasional Bank Mandiri. Bank Indonesia yang mempromosikan kegiatan-kegiatan ‘bank ramah lingkungan’ kepada bank-bank dagang, juga akan terlibat dalam seminar ini sebagai pembicara dan ikut berpartisipasi dalam sesi diskusi serta pertukaran pengalaman.

Sebagai contoh, penyaluran kredit pertama dari AFD ke Bank Mandiri telah digunakan untuk mendanai pembangkit listrik tenaga biogas di delapan daerah produsen pati singkong. Perusahaan pengelola membangun sistem kogenerasi dengan kapasitas daya terpasang mencapai 23,6 MW dari air limbah yang ditampung di kolam-kolam asam yang berada di pabrik-pabrik penghasil pati. Energi terbarukan tersebut, seluruhnya digunakan oleh sistem produksi perusahaan, yang memungkinkan pengurangan emisi CO2 sebesar 534 ribu ton per tahun. Dengan biaya total 41,3 juta dolar, proyek ini setiap tahunnya melakukan penghematan energi sebesar 5,3 juta dolar, dan penjualan kredit karbon (CDM) sebesar 2,7 juta dolar.


GIF
Situs terkait :
- AFD Indonesia
- Bank Mandiri

Diterbitkan pada 21/11/2013

Kembali ke atas