AFD memperluas pendanaannya ke Bank Bukopin, bank Indonesia yang kedua, untuk proyek energi terbarukan

Pada tanggal 11 Februari lalu, Badan Perancis untuk Pembangunan (AFD) menandatangani kesepakatan bantuan pendanaan sebesar 50 juta USD dengan Bank Bukopin, untuk membiayai pembangunan sektor energi terbarukan di Indonesia.


Ini merupakan pinjaman dana lingkungan hidup ketiga yang dikucurkan ke sektor perbankan Indonesia, setelah dua pinjaman lainnya pada tahun 2010 dan 2013 ke Bank Mandiri.
Pendanaan AFD tersebut merupakan bagian dari misi bantuan lembaga tersebut bagi pembangunan ekonomi hijau dan solider, dengan bertujuan melestarikan benda-benda publik global dan memerangi perubahan iklim.

JPEG
Pinjaman jangka panjang untuk periode 10 tahun ini ditujukan untuk membiayai sekitar lima proyek energi terbarukan selama periode tahun 2014 – 2016 yang akan membantu menurunkan emisi gas rumah kaca Indonesia dan mewujudkan tujuan ambisius Pemerintah Indonesia untuk mengurangi gas emisi rumah kaca (26 hingga 41% pada tahun 2020). Akan dipilih investasi di bidang pembangkit listrik tenaga air (aliran sungai & yang menghasilkan daya hingga 15 MW). Jika diperlukan, sebagian dari dana bantuan itu akan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek biomassa atau pembangkit listrik tenaga surya.

Bantuan teknis akan diberikan bersama pendanaan tersebut, guna meningkatkan kapasitas pemeriksaan dan seleksi proyek oleh bank, sehingga bank nantinya akan lebih mampu menilai risiko yang mungkin timbul pada proyek di bidang yang baru baginya. Lokakarya tentang pembangkit listrik tenaga air dan energi terbarukan lainnya akan diberikan oleh para ahli dari AFD di sepanjang tahun 2014 guna meningkatkan kemampuan tim bank yang berwenang dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut.

Diterbitkan pada 21/02/2014

Kembali ke atas