Festival Film Ilmiah Pertama di Indonesia (16-30 November 2010)

Kedutaan Besar Perancis bekerjasama dengan Goethe Institut menyelenggarakan Festival Film Ilmiah pertama di Indonesia (Science Film Festival Indonesia), yang akan berlangsung di Jakarta dari tanggal 16 s.d. 30 November 2010.

Festival yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia ini, sebagai bagian dari serangkaian festival di kawasan Asia Tenggara dan akan digelar pula di Thailand, Kamboja, serta Philipina, merupakan mitra resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam memperingati Tahun Keanekaragaman Hayati 2010.

Dalam festival tersebut akan diputar 28 film dokumenter dan program televisi ilmiah untuk kalangan awam dari sebelas negara Asia-Pasifik dan Eropa, yang diseleksi oleh dewan juri dari kalangan profesional Indonesia. Semua film tersebut disulihsuarakan dalam bahasa Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan budaya ilmiah secara menghibur dan menyenangkan, di kalangan kaum muda Indonesia.

JPEG

Festival Film Ilmiah Pertama di Indonesia, 16 – 30 November 2010

Film Perancis yang akan ditampilkan :

- “Petualangan di bawah laut 3D” karya Jean-Jacques dan François Mantello (film pembukaan)

Melalui perjalanan luar biasa seekor penyu, film ini mengajak kita untuk mengembara di kedalaman lautan, yang membawa kita ke sebuah dunia ajaib yang sedang menuju kepunahan, dipenuhi oleh makhluk-makhluk menarik, lucu, dan kadang-kadang menakutkan.

- “Gajah laut : agen rahasia” karya Jérôme Bouvier

Berkat minat mereka untuk memahami perilaku gajah laut yang pergerakannya berbeda dari satu koloni ke koloni lainnya, para ilmuwan Perancis baru-baru ini berhasil menggemparkan dunia pengetahuan tentang Samudera Antartika… Mereka memperlengkapi gajah-gajah laut dengan pemancar berteknologi baru, yang tidak hanya memberikan informasi tentang perilaku sang hewan tetapi juga memberikan data-data yang sebelumnya tidak dapat diperoleh.... … Dengan demikian, mereka mengubah pemahaman kita tentang iklim, arus laut, dan pertukaran antara samudera dan atmosfer …

- “Para Penjelajah Baru : Tokyo, Laboratorium Masa Depan” karya Priscilla Telmon dan Christoph Schwaiger

Dalam episode ini, Priscilla memilih untuk berangkat ke Jepang, tepatnya ke Tokyo, tempat persemaian bagi mereka yang ingin melestarikan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir. Sang penjelajah kita akan membawa kita terjun ke dunia hijau masa depan.

- “Nggak ribet kok : mari hitung jejak karbon” karya François Davin

Sejak sekitar seabad yang lalu, para ilmuwan mencatat peningkatan suhu rata-rata planet kita. Sebagian besarnya merupakan tanggungjawab kita! Seluruh kegiatan manusia pada kenyataannya menghasilkan emisi gas yang memperburuk perubahan iklim. Untuk memahami dengan lebih baik fenomena ini, Fred dan Jamy menguraikan banyak aspek tentang “karbon” yang menjadi pokok bahasan aktual: emisi karbon, pajak karbon, quota karbon, sumur karbon…

- “Mutasi – seleksi : resistensi bakteri” karya Yannick Mahé
Film ini merupakan film animasi dari situs "Evolution of life", tentang konsep-konsep evolusi, yakni mutasi, seleksi, reproduksi diferensial. Warisan genetika setiap makhluk hidup mengalami perubahan sebagai hasil dari mutasi. Dengan cara itu, bakteri dapat menjadi resisten terhadap antibiotik. Hanya yang kuat yang dapat bertahan. Bakteri tersebut kemudian berkembang biak, memenuhi ruang dan menjadi masalah rumit bagi dunia kedokteran.

- “Apa itu lubang hitam ?” karya Marc Chevalier

Untuk mereka yang selalu penasaran tentang lubang hitam namun tidak pernah berani untuk menanyakannya!


Tempat penyelenggaraan festival :
Blitzmegaplex Pacific Place, Universitas Paramadina, PPIPTEK-TMII, Goethe Institut

Reservasi :
sff@jakarta.goethe.org
+ 62 858 9057 9010
+ 62 21 235 50208 ext. 131

www.goethe.de/sciencefilmfestival

Diterbitkan pada 08/11/2010

Kembali ke atas