Hari Kebebasan Pers Dunia 2009

Kebebasan Pers dunia dan kondisi kerja para jurnalis, khususnya dalam situasi konflik, merupakan sebuah prioritas bagi Perancis. Hal tersebut mendasari disetujuinya resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa No. 1738 tentang perlindungan wartawan dalam konflik bersenjata, pada tahun 2006.

Beberapa tahun terakhir ini, tindakan yang membatasi kebebasan pers semakin gencar. Saat ini, lebih dari 145 wartawan berada di dalam tahanan di seluruh dunia. Sejak awal tahun ini, sejumlah wartawan harus membayar keinginan menjalankan misi jurnalistik secara total dengan nyawa mereka.

« Sudut pandang koresponden pers luar negeri di Perancis »

Agar dapat melihat video ini, browser Anda harus dilengkapi dengan plugin Adobe Flash®, minimum versi 8.

Anda dapat mendownloadnya secara gratis dengan mengklik di sini.

Kebebasan Pers dari masa ke masa

1789

Dalam pasal 11 Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara disebutkan, “Kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat adalah hak manusia yang paling berharga. Setiap warga negara dapat berbicara, menulis, mencetak secara bebas, dan harus bertanggungjawab atas penyalahgunaan kebasan ini dalam kerangka yang ditetapkan oleh undang-undang”.

1881

Perancis menuangkan asas kebebasan Pers dalam undang-undang 29 Juli 1881. UU tersebut merumuskan suatu perangkat hukum khusus untuk media cetak, mendefinisikan berbagai jenis pelanggaran (penistaan, penghasutan tindak pidana dan kejahatan, dll.) yang bertujuan menciptakan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan individu, menegakkan aturan pertanggungjawaban pidana yang bersifat spesifik dan menerapkan ketentuan acara pidana khusus.

1993

Hari Kebebasan Pers Dunia ditetapkan oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan Desember 1993. Apabila tahun ini kita merayakan Hari Kebebasan Pers Dunia yang ke-19, itu karena kita kembali ke tahun 1991, saat penyelenggaraan seminar di Windhoek, Namibia, yang bertujuan mengembangkan pers Afrika yang independen dan pluralis. Seminar tersebut melahirkan Deklarasi Windhoek tentang promosi media yang independen dan pluralis.

1997

Tahun kelahiran Penghargaan Kebebasan Pers Dunia UNESCO-Guillermo Cano yang bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada seseorang, organisasi atau lembaga yang telah banyak berjasa dalam perjuangan dan/atau promosi kebebasan pers di manapun berada, terutama apabila dalam upaya tersebut mereka harus menghadapi banyak risiko. Sebagai contoh, pada tahun 2007, mendiang wartawan Rusia Anna Politkovskaya dianugerahi penghargaan tersebut.

2006

Pada tanggal 23 Desember 2006 Dewan Keamanan PBB menyetujui Resolusi 1738 tentang perlindungan bagi para wartawan di zona konflik bersenjata. Resolusi tersebut menegaskan kembali pentingnya mencegah tindak kekerasan terhadap para wartawan dan mengadili pelaku tindak kekerasan tersebut ketika hal itu tidak dapat dicegah.

2008

Pada tanggal 12 Maret 2008, Asosiasi Wartawan Lintas Batas (Reporters without Borders) dari Perancis memperkenalkan Hari kebebasan Berekspresi di Internet Sedunia yang pertama. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian dunia atas nasib para cyber-dissident (para penulis yang mengkritik pemerintah melalui Internet) yang saat ini berada di balik terali “karena telah menggunakan hak mereka untuk berekspresi di Internet”.

Diterbitkan pada 04/01/2012

Kembali ke atas