Hari Perempuan Sedunia : Tribun Ibu Duta Besar

“Tanggal 8 Maret, Sepanjang Tahun !”


Para sahabat, rekan-rekan sekalian baik yang berada di Indonesia maupun Timor Leste,

Di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa, pada hari Jumat, tanggal 8 Maret, masyarakat internasional memperingati Hari Perempuan Sedunia. Di Perancis, perayaan tersebut dianggap resmi pada tahun 1982.

Jauh dari merayakan suatu wacana-ideal-tentang-perempuan yang semu, tanggal tersebut merupakan kesempatan bagi setiap negara untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan negara yang telah dijalankan, demi menjamin kesetaraan gender secara nyata : pembagian tugas rumah tangga yang rata antara suami – isteri, kesetaraan upah, keterwakilan yang setara pada jabatan tertinggi baik di sektor swasta maupun pemerintah, penghargaan terhadap martabat baik fisik maupun moral setiap perempuan.

Tahun ini, Menteri Prancis Urusan Hak Perempuan yang juga merupakan juru bicara Pemerintah, Ibu Najat VALLAUD-BELKACEM, ingin melibatkan seluruh perwakilan diplomatik dan konsuler Prancis di seluruh dunia, dalam peringatan hari tersebut. Prancis ingin menegaskan kembali kepada seluruh warga dunia bahwa kesetaraan gender merupakan syarat yang tidak terhindarkan demi memajukan masyarakat-masyarakat kontemporer. Untuk Prancis, Hari Hak Perempuan Sedunia tidak dapat direduksi pada satu tanggal saja dalam setahun : kesetaraan gender adalah upaya yang tidak kenal henti. Oleh sebab itu, untuk peringatan tahun ini, Prancis telah memilih tema “Tanggal 8 Maret sepanjang tahun !”.

Dengan kehadirannya di Indonesia dan Timor Leste, Prancis mencoba, sebatas kemampuannya, untuk memberikan teladan. Dengan suka cita, saya memimpin, di Kedutaan Besar Prancis, satu tim yang terdiri dari 55% staf perempuan, seorang Konselor Ekonomi, seorang Direktur kantor perwakilan Ubifrance dan seorang penanggung jawab proyek di Badan Prancis untuk Pembangunan (AFD). Generasi muda pun memberi contoh dengan kehadiran 70% perempuan di antara para staf muda (Volontaires Internationaux / VI) yang telah memilih bertugas demi kepentingan Prancis, di Indonesia. Seluruh perusahaan Prancis, meski masih bisa digalakkan lagi, menjalankan berbagai kegiatan sosial yang bertujuan memajukan pendidikan dan pelatihan bagi perempuan Indonesia. Pada kesempatan ini, saya memberi penghargaan saya kepada Elisabeth Proust, Presiden Direktur Total E&P, dan Vismay Sharma, Prsiden Direktur L’Oréal Indonesia.

Hari Jumat tanggal 8 Maret yang lalu, saya mengundang seluruh VI perempuan Prancis yang hadir di Indonesia, di rumah saya, untuk bertukar pendapat tentang masa depan mereka dan kaum perempuan secara lebih luas, di abad ke-XXI ini. Kesetaraan gender adalah perjuangan yang melibatkan setiap generasi.

Prancis, yang sadar bahwa kemajuan-kemajuan masih harus diraih di wilayahnya sendiri, menyeru kepada setiap negara di dunia untuk menjamin kesetaraan gender. Kami menghargai ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) oleh Indonesia pada tahun 1984 dan memberikan dukungan kepada upaya Pemerintah Indonesia yang sedang mempersiapkan rancangan undang-undang tentang kesetaraan gender.

Kedutaan Besar Prancis Untuk Indonesia dan Timor Leste akan menjaga agar kesetaraan gender menjadi nyata, tidak selama sehari saja, tetapi setiap hari.

Corinne BREUZÉ
Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste

Diterbitkan pada 15/03/2013

Kembali ke atas