Indonesia berpartisipasi dalam Prakarsa Perdamaian di Timur Tengah (03/06/16) [fr]

Pada tanggal 3 Juni 2016, Perancis menerima 26 delegasi, di antaranya rombongan dari Indonesia, yang datang untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri di Paris. Forum ini yang merupakan tahap pertama prakarsa yang diusungnya untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah.


JPEG
Pertemuan ini dibuka oleh Presiden Republik Perancis, François Hollande, dan dipimpin oleh Jean-Marc Ayrault, Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Perancis.

Para peserta menginventarisir situasi di lapangan yang dapat menimbulkan risiko bagi solusi dua negara.

Cara-cara untuk melindungi solusi tersebut, cara-cara untuk mendekatkan Israel dan Palestina, dan memulihkan peluang negosiasi perdamaian dibahas dalam forum tersebut, terutama yang terkait dengan persiapan sebuah konferensi internasional di penghujung tahun 2016. Tujuannya untuk meletakan dasar-dasar dinamika perdamaian terbaru, yang didukung aktif oleh seluruh masyarakat internasional.

Tiga pesan kunci yang berhasil dirumuskan forum ini :

  1. Solusi dua negara sedang dalam bahaya besar. Kita mendekati titik tidak kembali.
  2. Sangatlah mendesak untuk membangun kembali rasa percaya. Hanya rakyat Israel dan rakyat Palestina sendiri yang mengupayakan perdamaian.
  3. Kita dapat mengusulkan kerangka dukungan yang memungkinkan diselenggarakannya negosiasi langsung antara para pihak.


Akun twitter Kementerian Luar Negeri Indonesia menggarisbahwahi partisipasi aktif Indonesia terkait dengan isu tersebut dan fakta bahwa Indonesia mendukung solusi perdamaian di kedua negara berdasarkan Resolusi PBB tahun 1967.
Menlu Jean-Marc Ayrault mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas penyelenggaraan konferensi luar biasa OKI guna membahas masalah Palestina dan Jerusalem, beberapa bulan lalu di Jakarta.

JPEG

Info lebih lanjut :

siaran pers prakarsa perdamaian

Diterbitkan pada 19/08/2016

Kembali ke atas