Kunjungan Duta Besar Perancis ke Lokasi Proyek Rehabilitasi Sistem Drainase senilai 50 Miliar USD, di Banda Aceh

Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Y.M. Bapak Philippe Zeller, akan mengunjungi proyek rehabilitasi dan perbaikan sistem drainase kota Banda Aceh yang sedang berjalan, pada tanggal 12 Januari. Didampingi oleh Direktur Badan Perancis untuk Pembangunan (AFD) untuk Indonesia, Bapak Vincent Rousset, Bapak Zeller akan bertemu dengan Drh. Irwandi Yusuf, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, dan Ir. Mawardy Nurdin, Walikota Banda Aceh. Pada kesempatan tersebut, akan dilaksanakan upacara peletakan batu pertama fasilitas gedung baru.

Proyek senilai 36.8 juta euro (setara dengan 50 juta USD) yang didanai bersama oleh AFD melalui pinjaman sangat lunak jangka panjang dan oleh Pemerintah Indonesia ini akan menunjang penyelesaian rehabilitasi dan perbaikan sistem drainase utama Banda Aceh. Proyek tersebut melengkapi proyek pembangunan prasarana perkotaan dan perumahan di wilayah tersebut, menyusul terjadinya bencana tsunami pada bulan Desember 2004 lalu, dengan dibiayai oleh Pemerintah Indonesia, donor internasional maupun bilateral, juga sejumlah LSM. Lebih dari 100.000 penduduk yang menjadi korban banjir berkala akan mendapatkan keuntungan langsung dari implementasi proyek itu.

Proyek tersebut mencakup pembangunan 75,1 km saluran air, dua stasiun pompa dan dua pompa bergerak, 24,7 hektar area penampungan air larian sementara (retention basins) dan fasilitas bangunan infrastruktur drainase primer dan sekunder di lima zona hidrolik kota, yang mencakup 70% wilayah kota Banda Aceh.

Pembangunan dimulai pada tahun 2010 dan diharapkan akan tuntas pada akhir tahun 2011. Setelah melalui tender internasional dan proses seleksi, pekerjaan diawasi oleh konsultan terkemuka Perancis, Egis BCEOM, dan dilaksanakan oleh empat kontraktor Indonesia (PT ADHI KARYA, PT WASKITA KARYA, PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN, PT BRANTAS ABIPRAYA). Proyek tersebut secara langsung melibatkan 1200 pekerja.

Kementerian Pekerjaan Umum merupakan badan pelaksana proyek. Setelah selesai, prasarana akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh yang akan bertanggungjawab atas operasi dan pemeliharaan sistem drainase tersebut.


Badan Perancis untuk Pembangunan (AFD) adalah bank pembangunan milik negara yang telah berdiri sejak lebih dari enam puluh tahun lalu, guna membantu pembangunan di Negara-negara Selatan, dalam kerangka bantuan pembangunan resmi Pemerintah Perancis. AFD aktif di lebih dari 70 negara dan mendanai proyek-proyek yang bertujuan mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta melindungi barang-barang publik global.

Pada tahun 2009, komitmen AFD di seluruh dunia mencapai 6,2 miliar euro. 2,4 miliar euro di antaranya dicurahkan untuk mengatasi perubahan iklim. Pada tahun 2009, efisiensi energi dan proyek mitigasi dampak perubahan cuaca yang dibiayai oleh AFD memberikan kontribusi langsung pada pengurangan CO2, setara dengan 4,8 juta ton.

Di Indonesia, AFD diserahi wewenang untuk menangani bantuan Pemerintah Perancis bagi rekonstruksi daerah yang terkena tsunami, melalui pinjaman lunak, sedangkan Kementerian Keuangan Perancis memberikan bantuan teknis dalam bentuk hibah.

AFD mendukung strategi Pemeringah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, melalui berbagai bantuan pinjaman dan keahlian. Bantuan tersebut ditujukan bagi berbagai kegiatan di sektor energi (efisiensi energi, energi terbarukan, pembangkit listrik cogeneration, biomassa), kehutanan, pelestarian keanekaragaman hayati, baik melalui Pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta.

Diterbitkan pada 11/01/2011

Kembali ke atas