Kunjungan Perdana Menteri Perancis, Bapak François Fillon, ke Indonesia (30 Juni – 2 Juli)

Perdana Menteri Perancis, Bapak François Fillon, melakukan lawatan resmi ke Indonesia dari tanggal 30 Juni s.d. 2 Juli, atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Perdana Menteri didampingi oleh Bapak Frédéric Mitterrand, Menteri Kebudayaan dan Komunikasi ; Bapak Thierry Mariani, Menteri Urusan Perhubungan ; dan Bapak Pierre Lellouche, Menteri Muda Perdagangan Luar Negeri. Rombongan diikuti pula oleh sekitar tiga puluh orang pemimpin perusahaan dan lima orang anggota parlemen, Ibu Catherine Procaccia, Senator dari wilayah Val-de-Marne, Ketua Kelompok Persahabatan Perancis – Indonesia di Senat ; Bapak Nicolas Forissier, wakil rakyat dari daerah Indre, Wakil Ketua Kelompok Persahabatan Perancis - Indonesia di Majelis Nasional (Assemblée nationale) ; Bapak Serge Grouard, wakil rakyat dari wilayah Loiret, Walikota Orléans, Ketua Komisi Pembangunan Berkelanjutan ; Ibu Chantal Brunel, wakil rakyat dari wilayah Seine-et-Marne, Ketua Kelompok Persahabatan Perancis-Kamboja di Majelis Nasional dan Bapak Ambroise Dupont, Senator dari Calvados, Wakil Ketua Kelompok Persahabatan Perancis-Kamboja dan Laos.

Photo : Pierre Chabaud/Matignon (gouvernement.fr) - JPEG
Bapak Fillon diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melakukan pertemuan bilateral, diikuti dengan konsultasi bilateral yang lebih luas. Dalam kesempatan tersebut secara resmi diumumkan pula kemitraan strategis antara Perancis dan Indonesia, seperti yang sudah ditetapkan sejak tahun 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Nicolas Sarkozy. Penandatanganan kemitraan strategis di tahun 2011, di saat Perancis memimpin Forum G 20 dan Indonesia memimpin ASEAN, bertujuan untuk menjajaki lebih jauh seluruh aspek hubungan antara kedua negara. Hubungan tersebut begitu kaya dan beragam, terlihat dari banyaknya kesepakatan yang ditandatangani di Istana Negara, yang dihadiri oleh Perdana Menteri, yakni kesepakatan di bidang energi, pariwisata, akademis, museum, perhubungan (angkutan kereta api dalam kota di Bandung, keamanan penerbangan di Indonesia Bagian Timur).

Photo : Adek Berry (publicsenat.fr) - JPEG
Perdana Menteri juga mengunjungi Universitas Indonesia, di mana beliau menekankan arti penting hubungan Perancis dan Indonesia, terutama di bidang kerjasama akademis dan penelitian, dan secara lebih luas lagi, mengingat peran Indonesia di kancah internasional dan keikutsertaannya secara aktif dalam sejumlah pembahasan masalah global di berbagai forum, seperti diplomasi hijau, forum G20, promosi nilai-nilai Perserikatan Bangsa-Bangsa dan demokrasi. Perdana Menteri juga berbicara di depan masyarakat bisnis Perancis maupun Indonesia, ketika perdagangan bilateral dan proyek-proyek investasi berkembang pesat di antara kedua negara, dibawa oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Beliau diterima oleh masyarakat Perancis yang menetap di Indonesia, yang jumlahnya mencapai sekitar 3 700 orang.

Ini merupakan lawatan pertama seorang Perdana Menteri Perancis, sepanjang 61 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Kunjungan tersebut memungkinkan Perancis untuk menggarisbawahi hubungannya dengan Indonesia, keinginannya untuk menjalin hubungan kemitraan yang erat, mendalam dan penuh rasa saling percaya dengan Indonesia.

Diterbitkan pada 19/07/2011

Kembali ke atas