Museum-museum Perancis dan Mitra Internasional Mereka

Mengikuti jejak Louvre yang telah meresmikan kolaborasi barunya dengan para mitra dari Amerika, museum-museum Perancis lainnya pun menjalin sejumlah kerjasama dengan lembaga-lembaga sejenis dari luar negeri. Karya-karya tak henti berpindah dari satu negara ke negara lain. Jaringan-jaringan terbentuk dalam rangka penyelenggaraan pelatihan, restorasi dan penelitian. Kerjasama internasional museum-museum Perancis sedang berkembang dengan pesatnya !

JPEG Untuk memperkenalkan para seniman yang masih belum banyak dikenal, Louvre, High Museum of Art Atlanta, Terra Foundation for American Art dan Crystal Bridges Museum of American Art yang baru saja berdiri di Bentonville negara bagian Arkansas, menjalin kolaborasi selama empat tahun, dengan mengangkat tema seni Amerika di abad XIX. Selain penyelenggaraan berbagai konferensi, diskusi tentang permuseuman di Amerika Serikat, dan penerbitan buku-buku, setiap tahunnya akan diselenggarakan pula pameran keliling.

Pameran pertama, New Frontier : Thomas Cole dan kelahiran lukisan pemandangan di Amerika akan menampilkan lukisan-lukisan dari berbagai museum mitra, bertempat di auditorium Louvre, sampai tanggal 16 April. Pameran kemudian akan berpindah ke Bentonville dari bulan Mei s.d. Agustus, ke Atlanta dari bulan September 2012 s.d. Januari 2013, lalu karya-karya yang dipamerkan ini akan dibukukan dan diterbitkan dalam bahasa Perancis dan Inggris. Seperti yang digarisbawahi oleh Henri Loyette, Presiden Direktur Museum Louvre, “Proyek ambisius ini sewajarnya merupakan perpanjangan dari kolaborasi kami sebelumnya dengan Museum High dan Yayasan Terra”, museum Perancis dan High sebenernya pernah bekerja sama menyelenggarakan pameran tematis, menerbitkan buku-buku, dan melakukan penelitian. Louvre dan Terra Foundation membuat inventaris lengkap pertama karya-karya seni Amerika yang ada di berbagai museum di Perancis.

Selain itu, Terra Foundation for American Art telah menggarap banyak proyek di Perancis, bersama Pusat Kebudayaan Centre Georges Pompidou, Grand Palais, Museum Orsay, atau proyek Jeu de Paume. Sedangkan museum Louvre, sepanjang lima tahun terakhir ini menjalin hubungan dengan 70 negara di berbagai benua, dalam bentuk kemitraan, yang kegiatannya mencakup pelatihan, konservasi, restorasi, penelitian dan penyelenggaraan sepuluh pameran di luar negeri. Tahun ini, rencananya akan diadakan empat belas pameran, salah satunya pameran karya Delacroix, yang akan berlangsung di Spanyol dan pameran keliling Mitos dan Legenda, di Taiwan lalu di Korea, yang akan mengikutsertakan istana Versailles. Museum Versailles sendiri sangat diminati. Selain memegang kepemimpinan Asosiasi Istana Kerajaan Eropa (Association des Résidences royales européennes), Museum Louvre menyelenggarakan pameran-pameran besar, yang amat diminati, seperti Pameran tentang Napoleon di Jepang atau tentang Raja Louis XIV di Cina.

Di samping itu, Versailles bermitra dengan Louvre Abu Dabi, dalam suatu proyek yang menghimpun sejumlah lembaga lainnya, termasuk Museum quai Branly. Museum etnologi di Paris ini mengembangkan suatu kerjasama di segala lini (konstruksi dan penataan kota, inventaris koleksi, penyusunan bank data), dengan Maroko, Mikronesia, Mongolia, Peru, Vietnam, dll.. Studi tentang tekstil diselenggarakan bersama-sama dengan British Museum; penelitian seputar foto-foto suku Aborigine Australia dilakukan bersama dengan Pusat Kajian Aborigine Australia Universitas Monash, Museum Arkeologi dan Antropologi Universitas Cambridge, dan Museum Etnologi Leiden. Tahun ini, Quai Branly dan Museum Nasional Cina menyelenggarakan dua pameran. Museum Perancis tersebut menjalin kerjasama istimewa dengan Museum di Mali yang mencakup program kegiatan pendidikan dan penyebaran informasi ilmiah. Museum ini ikut serta dalam program “Museum untuk Pembangunan” yang melibatkan 26 museum di Afrika, dll.!

Museum-museum daerah di Perancis juga tengah mengalami perkembangan pesat, terutama museum-museum yang ada di Marseille saat ini, mengingat pada tahun 2013 kota tersebut akan menjadi ibukota budaya Eropa. Museum-museum Marseille dan museum Granet Aix-en-Provence sedang menggarap bersama Les grands ateliers du midi, pameran yang akan menampilkan karya-karya dari Amerika Serikat maupun Rusia. Namun mereka belum berharap untuk menyelenggarakan pameran tersebut bersama-sama dengan mitra asing, seperti Orientalisme di Eropa bersama museum-museum seni rupa Belgia atau tahun lalu pameran tentang seniman Austria Hundertwasser dengan Yayasan Hundertwasser Wina. Selain itu, mereka juga meminjam karya lukisan Caravaggio untuk dipamerkan pada musim panas tahun ini di Toulouse dan Montpellier, sebelum pindah ke Los Angeles. Museum-museum di ketiga kota Perancis Selatan tersebut sebenarnya merupakan anggota Asosiasi Frame, yang juga mewadahi museum-museum di kota Bordeaux, Dijon, Grenoble, Lille, Lyon, Rennes, Rouen, Strasbourg dan museum-museum Amerika (seluruhnya berjumlah 26 lembaga) bagi kerjasama di bidang seni dan pendidikan.

Gerakan kerjasama yang mendunia ini terus berkembang, seperti yang diamati oleh Franck Lacaille, kurator yang menangani pengelolaan peminjaman karya-karya di Versailles : “Seluruh museum besar di dunia saling berhubungan, demikian juga halnya dengan museum kecil di Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Kita juga menyaksikan diversifikasi ke Korea, Cina, Amerika Selatan. Sejak terjadi peningkatan frekuensi pameran, banyak koleksi yang berkeliling ke luar negeri untuk dipamerkan di berbagai negara”. Ini merupakan gerakan globalisasi museum yang tentu saja dilakukan demi kepentingan masyarakat, sebagai sasaran utamanya!

Sylvie Thomas

Diterbitkan pada 18/04/2012

Kembali ke atas