Pemberlakuan Visa Biometrik [fr]


- English version below

GIF
Sesuai dengan peraturan Uni Eropa (Keputusan Dewan Eropa No. 2004/512/EC tertanggal 8 Juni 2004), yang berlaku bagi seluruh negara Schengen, sejak tanggal 6 November 2013, Kedutaan Besar Perancis di Jakarta mengeluarkan visa melalui prosedur biometri.

Sejak tanggal tersebut, kehadiran setiap pemohon visa diwajibkan (apapun paspor yang digunakan, biasa maupun dinas / diplomatik) pada saat menyerahkan berkas permohonan visa, baik ke kantor TLScontact maupun ke Bagian Visa Kedutaan Besar Perancis, dalam kasus khusus (lihat kasus-kasus khusus). Hanya anak-anak berusia di bawah 12 tahun yang dibebaskan dari prosedur ini.

Kehadiran pemohon wajib untuk pengumpulan data biometri yang diperlukan (pengambilan sidik jari dan foto wajah) untuk membuat visa biometrik.

Dengan memastikan identifikasi seseorang, sistim biometri akan dapat menjamin pemeriksaan pendatang dengan lebih cepat saat memasuki wilayah Eropa.

GIF


GIF

According to European regulation (directive 2004/512/EC of the European Council dated June 8 2004), which enforcement is compulsory for all of the Schengen States, since the 6th of November 2013, the Embassy of France in Indonesia is implementing biometry for the issuance of all visas.

Since this above mentioned date, all visa applicants have to appear in person (regardless of their type of passport, ordinary or official) when submitting his visa application file at the TLScontact centre, or, for specific cases, at the Embassy of France (see specific cases). Children under 12 are exempted.

This compulsory appearance allow the collection of fingerprints and digital photography as required by the biometric visa setting up.

By guaranteeing personal identifications, biometric visa will speed up passenger control when entering the European territory.


GIF

Diterbitkan pada 29/01/2015

Kembali ke atas