Penanggulangan Perubahan Iklim: Penandatanganan kesepakatan pinjaman antara Perancis dan Indonesia

JPEG

Pembayaran Tahap Kedua Program Pinjaman Perubahan Iklim Sebesar 300 Juta Dolar AS dari Badan Perancis untuk Pembangunan (AFD) kepada Pemerintah Indonesia

Untuk mendukung Indonesia dalam Programnya Melawan Perubahan Iklim, Badan Perancis untuk Pembangunan (AFD) yang diwakili oleh Bapak Joël Daligault, Direktur AFD untuk Indonesia, dan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Bapak Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia, telah menandatangani kesepakatan pinjaman sebesar 300 juta dolar AS (sekitar 3 triliun rupiah) pada tanggal 27 Juli 2009. Yang Mulia Bapak Philippe Zeller, Duta Besar Perancis telah turut menandatangani kesepakatan tersebut. Pada tahun 2008, AFD telah menggelontorkan pinjaman tahap pertama sebesar 200 juta dolar AS, sebagai partisipasinya di samping Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dalam pembiayaan bersama program tersebut.

Program Pinjaman Perubahan Iklim (CCPL) ini bertujuan mendukung reformasi kebijakan yang sedang berjalan, demi menghadapi berbagai isu perubahan iklim, melalui sejumlah sasaran/kegiatan yang termaktub dalam kerangka kebijakan induk tiga tahunan. Matriks kebijakan tersebut mencakup bidang mitigasi (kehutanan, energi), adaptasi (pertanian, air), dan isu-isu lintas sektoral. Pertemuan terakhir komite pengarah CCPL menyetujui hasil kegiatan tahun 2008 yang memuaskan dan memutuskan untuk meningkatkan beberapa sasaran dan kegiatan tahun 2009. Pinjaman lunak jangka panjang tersebut akan sepenuhnya dicairkan dalam beberapa pekan mendatang sebagai pendukung APBN.

Sebagai tambahan, AFD mendanai langsung bantuan teknis yang ditargetkan untuk mempermudah implementasi kegiatan-kegiatan spesifik dengan :

  • Departemen Industri : menawarkan keahlian internasional untuk memperkenalkan skema pengurangan emisi gas rumah kaca (GHG) dalam industri semen, yang akan dapat diperluas ke sektor lainnya, seperti industri baja ;
  • dan Departemen Kehutanan :
    • Menyelenggarakan studi kelayakan “pasar karbon hijau berskala kecil” untuk memberi akses kepada hutan-hutan perkebunan berskala kecil ke pasar karbon sukarela;
    • Mengembangkan metodologi perencanaan tata ruang lahan untuk pengambilan keputusan (dengan memperhitungkan kebutuhan pembangunan daerah setempat, dinamika sumber daya hutan dan risiko-risiko perubahan iklim).

Selain itu, AFD mendanai, untuk periode dua tahun, ahli kehutanan dalam tim pemantau CCPL yang bertugas mengikuti perkembangan matriks kebijakan tersebut.

Acara penandatanganan telah berlangsung :
Senin, tanggal 27/07/2009,
di Gedung A.A. Maramis II (Gedung Utama) Lt. 3, Ruang Rapat Dirjen Pengelolaan Utang, Depkeu
Jl Lapangan Banteng Timur No. 2, Jakarta Pusat, pada pukul 09.00 WIB.


AFD dan Program Pinjaman Perubahan Iklim

Diterbitkan pada 27/07/2009

Kembali ke atas