Penyelamatan Pelaut Indonesia oleh Kapal “Jeanne d’Arc”

Kapal Jeanne d’Arc dan Georges Leygues menyelamatkan pelaut Indonesia di Samudra Hindia, pada tanggal 21 Maret 2009

Kapal kargo "Sibley" di bawah pengawasan frigate "Georges Leygues" - JPEG

Kapal pengangkut Helikopter Jeanne d’Arc dan frigate Georges Leygues, kapal sekolah perwira siswa yang sedang singgah di samudra Hindia, pada hari Sabtu 21 Maret 2009, melakukan operasi penyelamatan terhadap para awak kapal kargo berbendera Panama. 31 awak kapal berhasil diselamatkan. Di antara 31 ABK tersebut, terdapat 1 orang berkebangsaan Chili (Kapten), 1 orang Spanyol (Wakil Kapten), dua orang Rusia, satu orang Peru dan 26 orang Indonesia.

Perwira siswa Indonesia, Bagus Jatmiko yang sedang mengikuti pendidikan di kapal Jeanne d’Arc tersebut aktif membantu penyelamatan tersebut.

Kapal pengangkut Helikopter Jeanne d’Arc dan frigate Georges Leygues bersandar di Jakarta dari tanggal 21 hingga 26 Februari 2009.

Kisah tenggelamnya kapal :

Pada saat kapal kargo Sibley yang berbendera Panama berlayar mengangkut ikan antara Mombasa (Kenya) dan Penang (Malaysia), terjadi kebakaran. Kapten memutuskan untuk mengirim tanda bahaya. Kedua kapal sekolah yang berada di 250 km dari kapal kargo Sibley menjawab tanda bahaya tersebut. Helikopter skuadron mengamati bahwa kapal kargo berada pada situasi kritis, nyaris terbalik, dengan kemiringan 45°. Semua awak berhasil keluar dari kapal dan menanti pertolongan di atas empat sekoci penyelamat. Frigate Georges Leygues mengakhiri kisah tersebut.

Kapal "Jeanne d'Arc" mengangkut para korban kecelakaan - JPEG

Beberapa kesatuan perwira siswa dikerahkan untuk menyambut para awak kapal kargo. Kelompok bantuan psikologis yang dipimpin oleh rohaniawan grup sekolah tersebut, pastor Rémi Caillaud, memberikan dukungan moril dan memastikan para korban tidak kekurangan suatu apapun. Mayoritas ABK Sibley berasal dari Indonesia. Kehadiran Lettu Laut Jatmiko, perwira siswa Indonesia sangat dihargai.

JPEG

JPEG

Ke-31 orang awak kapal Sibley mendarat kembali pada tanggal 28 Maret 2009, setelah seminggu berlayar bersama Jeanne d’Arc. para pelaut tersebut dijemput di dek penerbangan oleh dua helikopter Puma angkatan bersenjata Prancis yang bermarkas di Djibouti yang kemudian mengangkut mereka ke daratan.

Diterbitkan pada 21/07/2009

Kembali ke atas