Pertemuan Pengusaha Prancis-Indonesia Pertama : UBIFRANCE menyelenggarakan 300 pertemuan bisnis bagi 45 UKM Prancis di Jakarta

JPEG
GIF

Hanya dua tahun setelah kantor perwakilannya di Indonesia dibuka, Badan Pengembangan Usaha Prancis ke
Pasar Internasional (UBIFRANCE), yang bekerjasama dengan OSEO (Badan Pemerintah untuk mendukung
Inovasi dan Pertumbuhan UKM), Dewan Konselor Perdagangan Luar Negeri Prancis di Indonesia (CCEF), Kamar
Dagang dan Industri Prancis-Indonesia (IFCCI) dan jaringan CCI Internasional (Kamar Dagang Internasional), akan
menyelenggarakan rangkaian pertemuan bisnis pertama Prancis-Indonesia, dari tanggal 10 s.d. 12 Desember
2012 di Jakarta. Dari pihak Indonesia, acara pertemuan ini didukung oleh APINDO (Asosiasi Pengusaha
Indonesia), BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia).
Demi lancarnya acara tersebut, 45 UKM dan perusahaan skala menengah Prancis akan menerima pengarahan
mengenai kekhususan pasar Indonesia, sebelum mengikuti pertemuan B to B (business to business) dengan para
pengusaha Indonesia.

Mengingat posisinya yang ideal di jantung ASEAN, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi mencapai lebih dari
6% sejak beberapa tahun lalu dan diperkirakan akan naik menjadi 7% pada tahun 2015, Indonesia menjadi negara
yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara. Bukanlah suatu kebetulan apabila l’Oréal baru saja membuka
pabriknya yang terbesar di dunia di Indonesia, pabrik keduanya di negara ini, demi memenuhi kebutuhan di
seluruh kawasan.

Guna mendampingi pembangunan ekonomi dan pemenuhan konsumsi ke-250 juta penduduknya, Indonesia telah
memulai program penanaman modal ambisius, senilai 367 milyar Euro, untuk 14 tahun ke depan. Sejumlah proyek
infrastruktur di bidang energi, angkutan dan perkotaan telah dimulai atau sedang dikaji.

Atas dasar pemikiran ini, Prancis menandatangani Kemitraan Strategis dengan Indonesia pada tahun 2011.
Tujuannya adalah menggandakan perdagangan bilateral dalam kurun waktu lima tahun, dengan target mencapai 5
milyar Euro. Kemitraan ini memang menjanjikan karena keahlian Prancis selaras dengan kebutuhan ekonomi
Indonesia, baik di bidang infrastruktur (angkutan dan energi) konstruksi, jasa (informatika, logistik, keuangan, dll.)
produk pangan, kosmetika, obat-obatan, kimia, permesinan, angkutan maupun penerbangan dan ruang angkasa

Penting bagi UBIFRANCE untuk mengerahkan jaringan dan para mitranya, guna mendampingi UKM / perusahaan
berskala sedang Prancis di pasar ini, di saat mata dunia terarah pada kawasan Asia, dan di mana Prancis memiliki
banyak aset untuk mengembangkan kemitraan yang menguntungan dengan para pengusaha lokal.

Pertemuan Bisnis Prancis-Indonesia yang berlangsung selama tiga hari ini dibagi dalam dua tahap :

- Pada tanggal 10 Desember diselenggarakan seminar-seminar tematis dan pertemuan meja bundar
sektoral, untuk membantu perusahaan-perusahaan Prancis memahami iklim dan budaya perdagangan
Indonesia.
Acara ini akan dihadiri Ketua APINDO dan Ketua KADIN, sejumlah perwakilan masyarakat bisnis
Prancis dan Indonesia, para ahli kesehatan, industri, retail dan telekomunikasi di Indonesia.

- Pada tanggal 11 & 12 Desember akan berlangsung pertemuan individual antara setiap perusahaan
Prancis peserta program ini dengan para kontraktor dan mitra bisnis potensial mereka di Indonesia.

UBIFRANCE Indonesia menyusun program pertemuan antara setiap peserta dengan para pengusaha lokal
yang tertarik pada penawaran masing-masing perusahaan Prancis tersebut.

Upaya UBIFRANCE ini sejalan dengan strategi yang dicanangkan oleh Ibu Nicole Bricq, Menteri Perdagangan Luar
Negeri Prancis, yang disusun berdasarkan identifikasi kebutuhan ekonomi luar negeri yang amat rinci dan analisis
mendalam sektor-sektor unggulan Prancis, sehingga keahlian Prancis dapat disesuaikan dengan kebutuhan
internasional.

Pertemuan Bisnis Prancis-Indonesia pertama ini mencerminkan kiprah UBIFRANCE. Kami tidak berpuas diri
dengan hanya menunjukkan pasar Indonesia kepada UKM maupun perusahaan skala menengah Prancis. Kami
juga mempersiapkan tempat bagi mereka. Tim kami di Jakarta berperan sebagai “GPS” dengan memberikan
informasi kunci terkait budaya dan bisnis, serta menyelenggarakan pertemuan-pertemuan dengan para pelaku
lokal yang tertarik dengan penawaran perusahaan Prancis. Dengan demikian, kami memangkas ketidakpastian
semaksimal mungkin dan tidak hanya mengandalkan kemampuan persuasif para pengusaha Prancis. Kami juga
mendampingi mereka dalam memulai kemitraan perdagangan yang solid dengan perusahaan-perusahaan lokal
tersebut
”, rinci Christophe Lecourtier, Direktur Jenderal UBIFRANCE.

Pada ajang Pertemuan Bisnis tersebut, setiap perusahaan Prancis yang menjadi peserta akan bertemu dengan
rata-rata enam pengusaha Indonesia yang secara jelas telah menyatakan minat bisnis mereka. Dengan demikian,
tiga ratus pertemuan bisnis telah dipersiapkan selama dua hari.

GIF

Mengenai UBIFRANCE :

UBIFRANCE : Badan Pengembangan Usaha Prancis ke Pasar Internasional, merupakan lembaga pemerintah yang bergerak di
bidang industri dan perdagangan, di bawah naungan Menteri Ekonomi dan Keuangan, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan
Direktorat Jenderal Bendahara Prancis.

UBIFRANCE memiliki jaringan sendiri, di Prancis dan di seluruh dunia. Di Perancis UBIFRANCE terbagi dalam enam direktorat
antar-daerah yang menjadi mitra Kamar dagang dan industri di tingkat lokal, dan ikut membantu menggerakkan perusahaanperusahaan
yang berpotensi ekspor. Dengan delapan puluh kantor perwakilan di enam puluh negara, dan dengan total 1400
lebih personil yang sangat memahami budaya lokal, UBIFRANCE mendampingi perusahaan-perusahaan Prancis yang
berekspansi ke luar negeri.

UBIFRANCE juga pengelola Program Internasional untuk para Sarjana Baru dalam Bidang Bisnis (V.I.E.), yang memberi
kesempatan kepada para pemuda Prancis untuk menimba pengalaman kerja di perusahaan-perusahaan Prancis di Luar
Negeri)

www.ubifrance.fr

Diterbitkan pada 07/12/2012

Kembali ke atas