Printemps Français 2013

Printemps Français, festival seni dan budaya Perancis yang diselenggarakan tiap tahun oleh Institut Perancis di Indonesia - Bagian Kerjasama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Perancis, telah memasuki edisi ke-9. Mempersembahkan panorama seni dan budaya Perancis; penampilan terbaik seniman-seniman Perancis dalam 14 program dengan 53 pertunjukan, yang memberikan warna pada khasanah seni dan budaya Indonesia.

JPEG
Printemps Français 2013 mengunjungi 13 kota di Indonesia, melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan tahun lalu, dimana festival ini hadir dalam skala nasional. Tahun ini Kudus, Makassar, Malang, serta Solo untuk pertama kalinya ambil bagian dalam penyelenggaraan Printemps Français.

Bukan hanya itu, festival ini akan menghadirkan 5 program yang merupakan hasil kolaborasi antara seniman Indonesia dengan seniman Perancis dan dipersembahkan khusus bagi masyarakat Indonesia. Ine Febriyanti bertemu dengan sutradara teater David Bobée untuk menggagas kembali pertunjukan Warm, kelompok Chabatz d’Entrar bersama kelompok musik Bottlesmoker dan 2 seniman muda teater asal Bandung, bekerja bersama selama 6 minggu penuh untuk menciptakan pertunjukan baru. Seniman visual, Valere Terrier, bekerja dengan seniman custom bike Indonesia, Veroland dari Kickass Choppers akan menghasilkan kejutan visual mengelilingi Indonesia, Bruno Procopio bersama Batavia Madrigal Singers, berkolaborasi untuk menghadirkan pertunjukan paduan suara yang menggugah, dan Pierre Klein hadir di Jakarta untuk melanjutkan proyek foto yang telah ia lakukan di Paris sebelumnya.

Printemps Français melanjutkan momentum kerjasama Indonesia – Perancis yang telah dibangun dalam berbagai bidang selama ini; ruang gagasan, dimana kita akan bercengkrama dan mencipta bersama.

GIF
Info lebih lanjut : Printemps Français 2013

Diterbitkan pada 30/04/2013

Kembali ke atas