Proyek INDESO: AFD Menandatangani Perjanjian dengan Pemerintah Indonesia

Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Melalui Modelisasi – Proyek Indeso: Badan Prancis untuk Pembangunan (AFD) Menandatangani Perjanjian Pinjaman Sebesar 30 Juta Dolar dengan Pemerintah Indonesia


GIF
Badan Pemerintah Prancis untuk Pembangunan (AFD) dan Kementerian Keuangan pada tanggal 18 Juni 2012 telah menandatangani perjanjian pinjaman sebesar 30 juta dolar, untuk mendanai perlindungan keanegaragaman hayati laut maupun pengawasan penangkapan ikan melalui perolehan dan pemodelan data satelit.

Kementerian keuangan diwakili oleh Bapak Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, sementara AFD diwakili oleh Bapak Vincent Rousset, Direktur AFD di Indonesia. Bapak Bertrand Lortholary, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, turut menandatangani kesepakatan bersama dengan Bapak Sharif C. Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan.

JPEG - 50.6 kb
Bapak Sharif C. Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan dan Bapak Bertrand Lortholary, Duta Besar Prancis untuk Indonesia.
Sumber foto : kkp.go.id

Proyek ini bertujuan untuk membangun bidang perikanan yang berkelanjutan di Indonesia, berkat pengelolaan lingkungan pesisir yang baik dan pemberantasan penangkapan ikan ilegal yang lebih baik. Sasaran-sasaran tersebut akan diwujudkan mulai dari eksploitasi dan pemberdayaan data-data oseanografi berbasis satelit.

Lama pelaksanaan proyek tersebut diperkirakan empat tahun. Program ini akan didanai oleh AFD dan dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP). Nilai total proyek ini mencapai 31,5 juta dolar AS : 30 juta dolar berasal dari pinjaman lunak dari AFD.

Kerjasama pertama antara AFD dan KKP ini merupakan bagian dari tujuan kemitraan strategis Prancis Indonesia yang diluncurkan pada tanggal 1 Juli 2011 oleh Perdana Menteri Prancis, François Fillon, dan Presiden Republik Indonesia, S.B. Yudhoyono. Selain itu, kerjasama ini merupakan fondasi bagi kerjasama kokoh di masa depan yang akan berfokus pada “ekonomi biru”, poros pembangunan strategis bagi kedua negara. Sebetulnya, proyek Indeso terintegrasi tidak hanya dalam “strategi industrialisasi kelautan dan perikanan” yang dikembangkan pada tahun 2012 oleh KKP, tetapi juga memenuhi mandat “pertumbuhan hijau dan solider” AFD di Indonesia melalui kontribusinya bagi pelestarian keanekaragaman hayati laut dan pengembangan peralatan untuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim.

GIF



GIF

Badan Pemerintah Prancis untuk Pembangunan (AFD) telah berkiprah sejak hampir tujuhpuluh tahun lamanya dalam memerangi kemiskinan dan mempromosikan pembangunan di negara negara Selatan dan Wilayah Prancis di Seberang Lautan (Outre-mer). AFD menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Prancis.

Badan yang memiliki perwakilan di lebih dari 60 negara dan di 9 wilayah Prancis di seberang lautan ini mendanai dan mendukung proyek-proyek yang meningkatkan taraf hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan melindungi Bumi: pendidikan, kesehatan ibu, bantuan bagi petani dan pengusaha kecil, persediaan air, pelestarian hutan tropis, upaya melawan pemanasan global, dll.

Pada tahun 2010, AFD telah mengucurkan lebih dari 6,8 milyar euro, guna membiayai berbagai program di negara-negara berkembang dan negara-negara kekuatan ekonomi baru (emerging countries) maupun wilayah Prancis di seberang lautan. Dana tersebut digunakan terutama untuk peningkatan layanan pengumpulan dan pembuangan sampah bagi 2,4 juta orang, akses terhadap listrik bagi 3 juta penduduk, rehabilitasi dan pembangunan hub transportasi yang digunakan oleh 85,8 juta penumpang setiap tahunnya. Proyek-proyek efisiensi energi di tahun yang sama membantu menghemat hampir 5 juta ton CO2 per tahun.

Diterbitkan pada 22/06/2012

Kembali ke atas