Raksasa Kelompok Teater Royal de Luxe Menyebrangi Selat Channel

Royal de Luxe berada di Liverpool pada tanggal 20, 21 dan 22 April, untuk menampilkan pertunjukan terbarunya, Pengembaraan di Lautan (Sea Odyssey), dalam rangka peringatan seratus tahun tenggelamnya kapal Titanic. Satu lagi kreasi monumental yang akan mengukir prestasi internasional grup teater jalanan termasyhur yang telah memesona masyarakat di berbagai belahan dunia, dengan kreativitasnya yang tanpa batas, yang terinspirasi oleh perjalanan-perjalanan mereka.

JPEG Tanggal 15 April 1912 kapal Titanic tenggelam. Atas undangan kota Liverpool, Royal de Luxe tiba di pangkalan kapal tersebut bersama boneka-boneka raksasanya: Si Penyelam dan Raksasa Betina Kecil, untuk menampilkan sebuah kreasi yang orisinil : Si Penyelam membawa surat dari 85 penduduk Liverpool yang terjebak di kapal karam tersebut yang ditujukan bagi penduduk kota. Naskah Sea Odyssey disusun langsung saat diselenggarakan lokakarya penulisan. Selama tiga hari, grup teater dari kota Nantes ini mengambil alih kota Inggris tersebut, sungai Mersey, dok, Stanley Park : “Pertunjukan kami menjadi bagian dari legenda dan sejarah kota-kota,” jelas Gwenaëlle Raux, produser dari kelompok teater tersebut. “Mereka menggali memori kolektif, yang pada gilirannya selalu membangkitkan keharuan dan meninggalkan sebuah kesan”.

Royal de Luxe didirikan pada tahun 1979 oleh Jean-Luc Courcoult. Pelopor teater jalanan ini mempunyai cita rasa unik dalam hal selera keajaiban, pengalihan objek, dan terutama para raksasanya. Kita tidak berbicara tentang sandiwara boneka. Meskipun mereka digerakkan dengan katrol dan tali, “Para Raksasa tersebut hidup!“ sanggah Gwenaëlle Raux. “Kita dengar nafas mereka. Dan di setiap pertunjukan, mereka hidup seiring irama kota, mengisahkan sebuah cerita yang diadaptasi. Besarnya kelompok teater ini berubah-ubah, dari sekitar sepuluh orang anggota bisa melonjak menjadi 85 bahkan 120 orang, untuk memainkan kisah para raksasa itu”. Atraksi juga bisa berupa parade atau pertunjukan di lapangan, bahkan penampilan di etalase toko, seperti “Pemberontakan Para Manekin”, yang dipersembahkan oleh Berliner Festspiele, pada bulan November 2008, di sebelas jendela etalase pusat perbelanjaan KaDeWe.

Sejak awal kariernya, kelompok teater ini telah merebut hati publik di dalam dan luar negeri. Pertunjukan-pertunjukan pertamanya pernah dimainkan di Italia dan Jerman. Di tahun 1987, dagelan Roman Photo tournage dimainkan 240 kali di 22 negara di Eropa, Amerika Latin, Afrika, Rusia, kemudian dilanjutkan lagi pada tahun 1991 di Jepang, Korea, Filipina, Australia, Selandia Baru. Pada tahun 1992, Royal de Luxe memprakarsai pertunjukan Cargo 92, dalam rangka memperingati lima abad penemuan benua Amerika, proyek ini didukung oleh Pemerintah Kota Nantes, Kementerian Luar Negeri dan Eropa dan Kementerian Kebudayaan Perancis. Dalam pertunjukan ini, Royal de Luxe membawa grup-grup teater lain dan menceritakan Sejarah Prancis yang sesungguhnya di pelabuhan-pelabuhan Amerika Latin.

Tahun berikutnya, Raksasa yang jatuh dari langit menjelajahi kota Le Havre, kemudian Calais, Nîmes, Nantes, dan Bayonne. Tokoh pengembara ini lalu ditampilkan kembali di Barcelona. Setelah itu pertunjukan Peplum yang berseting era Mesir kuno berkelana keliling Perancis, Eropa dan Australia. Si Badak ditampilkan di Nantes dan pada Pameran Universal Lisabon. Dengan Diskon ! Satu Tiket untuk Dua Pertunjukan, grup ini pada tahun 2003, memainkan kisah Hamlet dari Shakespeare dan Sakit Khayalan (Le malade imaginaire) dari Molière di atas panggung berputar, pada Festival Aurillac di Auvergne, lalu dalam bahasa Spanyol pada Festival Internasional Teatro a Mil, di Chile, di mana salah satu pertunjukannya membawa kelompok ini sampai ke gurun Atacama, dilanjutkan dengan pertunjukan di Madrid dan Pamplona.

Pertunjukan-pertunjukan Royal de Luxe (yang dipersembahkan secara cuma-cuma, salah satu prinsip dasar grup ini) melibatkan banyak orang. Pada tahun 2005, Perjalanan Sultan dari India naik gajah melintasi waktu membangkitkan antusiasme masyarakat London yang luar biasa. Pada tahun 2007, Raksasa Betina Cilik dan Badak memikat lebih dari dua juta penonton di Chile ! Sukses yang sama diraih pada bulan Mei 2008 di Santa Maria da Feira, Portugal, dengan Kisah Ajaib Raksasa yang Dikubur Hidup-Hidup, yang terkait dengan legenda kastil dari abad pertengahan yang berdiri di kota itu. Sedangkan xolo, anjing-dewa yang diciptakan untuk pertunjukan Raksasa dari Guadalajara, yang ditampilkan di Meksiko tahun 2010 atas undangan Presiden Felipe Calderon, ditonton oleh 3,5 juta pemirsa, dalam enam hari !

Didukung oleh Kementerian Luar Negeri dan Eropa, melalui CulturesFrance, lalu Institut Français, Royal de Luxe menjadi perantara antar berbagai budaya yang menjadi sumber inspirasinya. Di tahun 1987, kelompok ini mengemban misi seni dari Kedutaan Besar Perancis di Maroko dan menetap di bagian Selatan negeri ini untuk melakukan sebuah riset, demi menggali inspirasi baru. Sepuluh tahun kemudian, mereka tinggal selama enam bulan di Utara Kamerun, mempersembahkan pertunjukan Keliling Kamerun Naik Sepeda di alun-alun berbagai desa. Mereka datang kembali membawa seorang bocah berkulit hitam setinggi enam meter : Raksasa dan Putra Afrikanya berpawai mengikuti irama mesin musik besar yang dimainkan oleh 55 musisi dari Burkina Faso. Petualangan di Kamerun juga menginspirasi Kisah-kisah Pendek dari Afrika yang di tahun 1999 tampil pada pembukaan Festival Avignon, kemudian berkeliling Prancis, lalu ke Valparaiso, Santiago Chili, Buenos Aires, dan Eropa.

Pada tahun 2001, kelompok ini menetap di Cina, ditemani Kisah-kisah Pendek dari Afrika yang melibatkan enam seniman lokal. Mereka mempersembahkan kembali pertunjukan terbarunya, Kisah Pendek dari Cina yang Direvisi dan Dikoreksi oleh Orang Afrika, yang dimainkan di Nantes dan Paris. Mereka kemudian diundang ke Festival Hué, Vietnam, untuk menampilkan kisah-kisah terbarunya, sebelum berangkat ke Seoul, Korea Selatan. Mereka belum pernah pergi ke Amerika Serikat, namun hal itu mungkin akan terlaksana: setelah Sea Odyssey, kisah Rue de la chute akan kembali lagi mengunjungi mitos-mitos Wild West

Sylvie Thomas

Diterbitkan pada 05/06/2012

Kembali ke atas