Rangkaian seminar "multikulturalisme, laïcité, dan keanekaragaman budaya dalam masyarakat kontemporer", di Indonesia, oleh Prof. Michel Wieviorka

Atas undangan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan kerjasama dengan universitas-universitas indonesia dan Pusat Kesenian dan Budaya Salihara, Profesor Michel Wieviorka akan memberikan serangkaian seminar di berbagai universitas dan organisasi Indonesia dari tanggal 11 s.d. 17 Maret 2011, mengusung tema multikulturalisme, laïcité dan keanekaragaman budaya di tengah-tengah masyarakat kontemporer.

JPEGMichel Wieviorka seorang sosiolog dan intelektual yang sangat terkenal di Prancis. Karyanya mengangkat tema kekerasan, terorisme, rasisme, pergerakan sosial, identitas dan teori-teori perubahan sosial. Bapak Wieviorka pada tahun 1993 dan 2009 menjadi anggota CADIS (Pusat Analisis dan Intervensi Sosiologis) yang didirikan oleh Alain Touraine (sosiolog dan pencipta istilah "masyarakat pasca-industri" serta metoda "intervensi sosiologi"). Analisis Bapak Wieviorka secara khusus terlihat dalam pergerakan sosial tahun 2005 di Prancis. Berkat bukunya, Masyarakat dan Terorisme (1988), yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Making of Terrorism (1993), Bapak Wieviorka menjadi dosen pertama yang meraih penghargaan khusus Bulzoni Editore (1989) dan penghargaan Amalfi di bidang sosiologi dan ilmu sosial untuk ilmuwan Eropa. Bapak Wievorka juga telah terpilih menjadi Ketua Asosiasi Sosiologi Internasional untuk periode 2006-2010.


Jadwal acara Prof. Michel Wieviorka :

- 11 Maret 2011 : kuliah umum tentang “Laïcité dan Keanekaragaman” di Pusat Salihara, Jakarta (19.00 WIB)

- 14 Maret 2011 : studium generale dan diskusi tetang “Demokrasi dan Keanekaragaman Budaya” di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (09.00 WIB)

- 15 Maret 2011 : studium generale dan diskusi tentang “Ilmu Sosial dalam perubahan” di Universitas Indonesia, Depok (09.30 WIB)

- 16 Maret 2011 : Seminar “Peluang Sosiologi Global” di Program Studi Sosiologi Indonesia (PRODI), Universitas Airlangga, Surabaya (14.00 WIB)

Semua acara akan menggunakan bahasa Inggris.

Koordinator lawatan Bapak Wieviorka : Lucia Kusumadewi, mahasiswi Prof. Michel Wieviorka.

Penanggungjawab dari Bagian Kerjasama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis (SCAC) : Morgane Guillot.

Diterbitkan pada 16/03/2011

Kembali ke atas