Ratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Ledak Nuklir oleh Indonesia [fr]

Perancis menyambut baik ratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Ledak Nuklir (CTBT ) oleh Indonesia, sehingga jumlah negara pihak CTBT bertambah menjadi 156 negara. Pengumuman ini penting karena, dengan demikian, tinggal delapan negara lagi yang diperlukan untuk meratifikasi traktat tersebut, supaya dapat diberlakukan.

Perancis menghimbau kepada seluruh negara yang masih belum meratifikasi CTBT untuk segera melakukannya, agar Traktat ini dapat diberlakukan secepatnya. Kebutuhan dan urgensi diterapkannya CTBT amat penting demi terciptanya lingkungan yang kondusif bagi upaya-upaya perlucutan senjata nuklir dan penguatan rezim non-proliferasi nuklir.

Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Ledak Nuklir, yang penandatanganannya dibuka sejak tanggal 24 September 1996 lalu, melarang semua negara, tanpa kecuali, untuk melakukan uji coba nuklir dalam bentuk apapun. Sistem pengawasan global, yang sudah diterapkan, di bawah naungan Organisasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Ledak Nuklir (CTBTO), memungkinkan terdeteksinya setiap ledakan nuklir, bahkan uji coba yang dilakukan di bawah tanah.

Perancis, sebagai negara pertama yang memiliki senjata nuklir, dalam arti yang ditetapkan oleh Traktat Non-Proliferasi Nuklir, telah menyerahkan instrumen ratifikasi CTBT pada tanggal 6 April 1998. Selain itu, Perancis merupakan satu-satunya negara pemilik senjata nuklir yang sudah menutup dan membongkar situs percobaan nuklirnya.

Diterbitkan pada 07/12/2011

Kembali ke atas