Serangan di Libya : Deklarasi Bapak Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Republik Perancis [fr]

Deklarasi Bapak Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Republik Perancis

GIF
Serangan bom terhadap Kedutaan Besar Perancis di Tripoli, Libya
GIF
Saya mengutuk keras serangan terhadap Kedutaan Besar Perancis di Tripoli, Libya, yang telah melukai dua orang staf Kedutaan Perancis.

Bekerjasama dengan pihak berwenang Libya, dinas-dinas pemerintah Perancis akan melakukan segala upaya agar tindakan keji tersebut terungkap dan para pelakunya dapat diidentifikasi secepatnya.

Saya menyampaikan harapan kesembuhan, rasa solidaritas dan simpati yang mendalam untuk kedua staf Perancis yang terluka.

GIF


GIF

Pernyataan Philippe LALLIOT, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Republik Perancis pada jumpa pers harian di Paris, tgl. 23/04/2013.


GIF
Kedutaan Perancis di Tripoli menjadi sasaran serangan bom mobil pagi ini. Kejadiannya berlangsung pukul 7.00 waktu setempat. Seperti yang telah disampaikan menteri luar negeri Perancis, serangan tersebut dimaksudkan untuk menimbulkan korban. Serangan dapat merenggut korban dalam jumlah lebih banyak, karena ledakan yang ditimbulkan amat dahsyat.

Hingga kini, dua orang petugas kepolisian Perancis yang menjaga keamanan kedutaan terluka, akibat efek ledakan. Untunglah salah satu dari mereka hanya mengalami luka ringan, sedangkan petugas lainnya mengalami luka serius, namun jiwanya tidak dalam bahaya. Ia sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dan akan dipulangkan ke Perancis, begitu kondisinya memungkinkan. Dari segi kerugian materil, bangunan Kedutaan mengalami kerusakan parah dan sebagian tembok yang mengelilinginya runtuh. Karena besarnya daya ledak, ruangan-ruangan kantor di lantai dasar rusak, begitu pula dengan sejumlah rumah di daerah tersebut.

Presiden Republik Perancis dan Menteri Luar Negeri segera bereaksi dengan mengutuk keras serangan bom tersebut. Demikian pula dengan Menteri Luar Negeri Libya. Saat ini, menlu Perancis dalam perjalanan ke Tripoli untuk mengevaluasi situasi, menyampaikan rasa solidaritas kami kepada para staf diplomatik dan konsuler maupun masyarakat Perancis di sana dan guna membahas kejadian ini dengan pihak berwenang Libya. Beliau dijadwalkan akan tiba di Tripoli sekitar pukul tiga sore ini.

Kedutaan, konsulat maupun pusat-pusat kebudayaan kami di sana ditutup, begitu pula dengan sekolah Perancis. Kami telah meminta Pemerintah Libya yang bertanggungjawab atas pengamanan lembaga-lembaga kami di sana untuk meningkatkan keamanan, di antaranya dengan menutup akses ke kedutaan. Kami juga telah memutuskan untuk mengirimkan tim bantuan dari GIGN (Pasukan Intervensi Kepolisian Perancis). Evaluasi keadaan tentunya dilakukan secara real time oleh pusat krisis Kementerian Luar Negeri, yang terus berhubungan dengan kedutaan kami di Tripoli.

Selain Libya, kami juga mengingatkan kembali kepada kedutaan-kedutaan Perancis di kawasan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan dan meminta kepada pihak berwenang setempat untuk memperkuat penjagaan keamanan sesuai kewajiban mereka. Terutama dengan cara menutup dan mengawasi akses ke kedutaan, melarang para pengendara memarkir kendaraannya di sepanjang pinggir jalan kedutaan dan konsulat, serta meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitarnya.

Masyarakat Perancis yang menetap di Libya dan tercatat di Kedutaan saat ini mencapai 319 jiwa, ditambah dengan sekitar dua puluh orang warga yang sedang dalam kunjungan dan perjalanan bisnis. Kepada seluruh warga Perancis, baik yang menetap maupun sedang mengunjungi Libya, kami menghimbau agar meningkatkan kewaspadaan setinggi-tingginya.

Terakhir, menteri luar negeri Libya telah mengumumkan pembentukan Komisi bersama Perancis-Libya untuk menginvestigasi serangan bom tersebut. Atas kolaborasi dengan pihak berwenang Libya maka penyidikan pun dibuka.

Diterbitkan pada 29/04/2013

Kembali ke atas