Serge Haroche, Ilmuwan Perancis Peraih Hadiah Nobel Fisika

Setelah pada tahun 2007 Albert Fert, rekan senegaranya meraih Hadiah Nobel, tibalah giliran Serge Haroche untuk menerima penghargaan bidang Fisika dari Akademi Nobel tahun ini, atas karyanya di bidang fisika kuantum.


JPEG - 20.6 kb
Serge Haroche, Hadiah Nobel Fisika 2012 © CNRS Photothèque - Lebedinsky Christophe

Peraih medali emas dari Pusat Penelitian Ilmiah Perancis (CNRS) pada tahun 2009 ini, bersama rekannya dari Amerika David Wineland, meraih gelar tertinggi idaman setiap ilmuwan. Mereka meneliti fisika kuantum, khususnya tentang interaksi cahaya dan materi. Ilmu yang muncul pada abad XX ini mempelajari partikel yang ukurannya lebih kecil dari atom dan amat sulit diisolasi.

Kedua ilmuwan tersebut berhasil membuktikan bahwa partikel tunggal dapat diamati, tanpa merusaknya. Dengan demikian, mereka membuka babak baru riset eksperimen di bidang mekanika kuantum.

Pengamatan Fenomena Kuantum

Sebetulnya, fenomena kuantum menyulitkan pekerjaan para ilmuwan, karena begitu diukur atau diamati, gejala tersebut menghilang. Teori mengatakan bahwa sebuah partikel kuantum dapat berada dalam bentuk energi yang berbeda, yang saling bertumpang tindih, pada saat yang bersamaan. Namun fenomena tersebut lenyap, begitu partikel bersinggungan dengan alat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Serge Haroche bekerja menciptakan sebuah perangkap partikel cahaya (photon), dari cermin ultra-refleksi yang didinginkan hingga sekitar -273 °C. Alat tersebut dapat menangkap photon dalam jumlah tertentu, sehingga kita dapat mempelajarinya. Sementara itu, rekan penelitinya dari Amerika menyempurnakan perangkap atom bermuatan listrik.

Berkat kiprah kedua ilmuwan yang dibantu oleh tim mereka dari Laboratorium Kastler Brossel, NIST (National Institute of Standards and Technology) dan Universitas Colorado, fenomena kuantum dapat diamati. Untuk Majelis Nobel, studi tersebut menyumbangkan elemen kunci bagi rancangan super komputer masa depan, yang dibuat berdasarkan hukum fisika kuantum. “Ini merupakan penelitian perintis jangka panjang, yang menggabungan pemahaman dasar dan kinerja eksperimental”, demikian komentar Alain Fuchs, Presiden CNRS.

Dari CNRS hingga Collège de France

Hasil studi tersebut mengakar sempurna dalam karier ilmuwan Perancis jebolan Ecole Nationale Supérieure (ENS) itu. Sekolah tinggi yang berdiri pada tahun 1794 dan menerima para mahasiswa di bidang penelitian maupun sastra ini merupakan sebuah lembaga pendidikan elit. Berkat laboratorium penelitiannya yang berjumlah 35, ENS menjadi salah satu pusat penelitian Perancis terkemuka. Delapan orang lulusan sekolah tersebut telah berhasil meraih Hadiah Nobel (7 Nobel Fisika yang salah satunya diraih Albert Fert, dan 1 Nobel Kimia) serta 10 Medali Fields (penghargaan tertinggi di bidang Matematika), yang baru-baru ini dianugerahkan kepada Cédric Villani dan Ngo Bao Chau (2010).

Serge Haroche memfokuskan diri khususnya pada metoda eksperimen inovatif yang membantu mengisolasi, mengukur dan memanipulasi partikel kuantum tunggal, dengan waktu cukup lama.

Ilmuwan Perancis ini memulai pekerjaannya di CNRS dengan meneliti elektrodinamika kuantum dalam rongga. Melalui percobaan ini, sebuah purwarupa dapat dibuat, berdasarkan pengolahan informasi kuantum. Sejak tahun 2001, paman penyanyi terkenal Perancis Raphaël ini menjadi staf pengajar di lembaga pendidikan dan penelitian Collège de France dan masuk dalam jajaran pengurus lembaga tersebut sejak tanggal 1 September 2012. Haroche juga merupakan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis (Académie des Sciences).

"Serge Haroche berhasil menggabungkan pemikiran teoritis yang kuat dengan pengalaman yang mengesankan di semua lembaga Perancis maupun asing tempat ia berkerja: di CNRS, Universitas Pierre & Marie Curie, Ecole Normale Supérieure, Ecole Polytechnique, dan Collège de France yang baru beberapa bulan terakhir ini mengangkatnya sebagai anggota dewan pengurus", tegas Presiden Republik Perancis François Hollande, saat memberikan selamat kepada sang ilmuwan.

55 Orang Perancis Peraih Penghargaan

Di usianya yang ke-68, Serge Haroche menjadi salah satu dari dua belas orang fisikawan ternama Perancis yang berhasil meraih Hadiah Nobel. Di tahun 1903, pasangan Pierre dan Marie Curie menjadi ilmuwan Perancis pertama yang berhasil meraih Nobel, berkat penelitian radioaktivitas mereka. Marie Curie juga menerima Hadiah Nobelnya yang kedua, di bidang kimia, atas penelitiannya tentang radium.

Sejak tahun 1991, lima orang ahli Perancis berhasil meraih Hadiah Nobel Fisika. Mereka adalah Pierre-Gilles de Gennes (1991) ; Georges Charpak (1992) ; Claude Cohen-Tannoudji (pembimbing tesis S3 Serge Haroche) (1997) ; dan Albert Fert (2007). Para pendahulu mereka adalah Pierre dan Marie Curie, serta Antoine Henri Becquerel (1903).

Di berbagai bidang ilmu, Perancis meraih prestasi cemerlang : 34 orang penelitinya berhasil meraih Hadiah Nobel. Di bidang Kedokteran, Akademi Nobel telah menganugerahkan penghargaan kepada 13 ilmuwan Perancis, di antaranya Profesor Jean Dausset (1980), Françoise Barré-Sinoussi dan Luc Montagnier, yang menerima kehormatan tersebut pada tahun 2008 untuk penelitian virus AIDS, dan Jules Hoffmann di tahun 2011 ( untuk penelitian tentang kekebalan bawaan). Dan tidak ketinggalan Jean Marie Lehn (1987) dan Yves Chauvin (2005), peraih Nobel Kimia terkini dari Perancis.

Serge Haroche dan David Wineland akan menerima Hadiah Nobel dalam upacara yang diselenggarakan pada tanggal 10 Desember mendatang, pada tanggal wafatnya ilmuwan Kimia Alfred Nobel.

Barbara Leblanc

Diterbitkan pada 17/10/2012

Kembali ke atas