Singgahnya fregat pengawas Nivôse – Kunjungan ke Medan, dari tanggal 24 s.d. 26 September 2008

Duta Besar Perancis Philippe Zeller melawat ke Medan dari tanggal 24 s.d. 26 September 2008, ke Kantor Gubernur Propinsi Sumatera Utara, dalam rangka singgahnya fregat pengawas Nivôse di Pelabuhan Belawan, Medan.

Kapal fregat Nivôse yang dioperasikan sejak tahun 1992, memiliki bobot 2600 ton dan berawak 23 orang. Kapal perang tersebut selama musim panas di Belahan Bumi Selatan bertugas mengawasi kegiatan penangkapan ikan di laut lepas Kutub Selatan dan Antartika Perancis. Di luar periode tersebut, kapal itu mengemban misi pengawasan laut dan kunjungan. Fregat Nivôse dilengkapi helikopter Panther. Kapal perang tersebut dipimpin oleh Kapten Kapal Jean-Marc Le Quilliec. JPEG

Di malam kedatangannya pada tanggal 24 September, diselenggarakan sebuah resepsi.
JPEG
JPEG
JPEG

Dengan didampingi Kapten Kapal Le Quilliec dan Atase Pertahanan Kedutaan Besar Perancis Letnan Kolonel Jacques Rinaudo, Duta Besar bertemu dengan Bapak Syamsul Arifin, Gubernur Propinsi Sumatera Utara. Dalam pertemuan itu dibahas mengenai pembangunan ekonomi dan sosial propinsi yang menjadi tujuan investasi sejumlah perusahaan Perancis, dan kegiatan maritim di Selat Malaka.
JPEG
JPEG

Duta Besar juga mengunjungi kantor pusat PT Semen Andalas, anak perusahaan Grup Lafarge. JPEG
Perusahaan yang dipimpin oleh Bapak Marc Jarrault tersebut saat ini tengah menjalani rekonstruksi pabriknya di LhokNga, dekat Banda Aceh (Propinsi NAD), yang hancur oleh tsunami 26 Desember 2004 lalu. Investasi bernilai 160 juta €. Pabrik berkapasitas 1,6 juta ton semen per tahun, akan diserahkan pada akhir tahun 2009. Grup Lafarge juga memiliki beberapa gudang penyimpanan di sejumlah daerah di pantai Utara Sumatera (Lhokseumawee, Belawan, Dumai, Batam).

Duta Besar juga mengunjungi Alliance française Sumatera, tempat puluhan mahasiswa jurusan Perancis Universitas Medan (UNIMED) mengikuti kursus yang diberikan sejumlah guru dengan tekun.
JPEG

Medan berpenduduk 2,4 juta jiwa. Kota yang didirikan pada abad XVI tersebut mengalami kemajuan yang berarti pada bagian kedua abad XIX, dengan dibukanya perkebunan tembakau, lalu karet. Medan merupakan pusat kesultanan Deli. Saat ini merupakan kota yang sangat sibuk dan merupakan pusat perdagangan yang besar. JPEG

Diterbitkan pada 04/01/2012

Kembali ke atas