[Solusi Iklim 4] Adopsi karang untuk melindungi terumbu karang Indonesia [fr]

Asosiasi Coral Guardian sejak tahun 2010 berkiprah dalam pelestarian ekosistem terumbu karang, kampanye kesadaran secara luas akan pentingnya terumbu karang, penelitian ilmiah dan pemberdayaan ekosistem laut di Indonesia.


JPEG
1. Warisan Ekologi berada dalam bahaya

Terumbu karang melambangkan keanekaragaman hayati seperti halnya hutan tropis di daratan. Terumbu karang memang merupakan bagian yang sangat kecil dari dasar laut, kurang dari 0,2%, namun wilayahnya membentang sepanjang lebih dari 150 ribu kilometer garis pantai, di lebih dari seratus negara dan wilayah. Terumbu karang bukan saja tempat makhluk laut hidup berkoloni, tetapi juga benteng alami yang melindungi pesisir dari banjir dan erosi.

JPEG
Melestarikan ekosistem terumbu karang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan di muka Bumi. Lautan merupakan jantung planet ini dan menyerap sekitar setengah emisi CO2 dunia. Makhluk-makhluk karang ikut berkontribusi dalam kemajuan penelitian dan digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit seperti beberapa jenis kanker (di antaranya leukemia), HIV, penyakit kardiovaskuler, dan ulkus. Potensi ditemukannya berbagai obat baru dari organisme terumbu karang ini sangatlah besar.

Namun demikian, kerapuhan dan pertumbuhan terumbu karang terganggu oleh dampak kegiatan manusia, Sejak lebih dari 25 tahun lalu, karang di dasar laut Indonesia rusak berat akibat praktik penangkapan ikan dengan menggunakan dinamit dan ini menyebabkan dasar laut menjadi steril. Karena tertutup serpihan karang mati, karang di dasar laut tak dapat tumbuh lagi.

2. Rehabilitasi terumbu karang yang rusak dan pengembangan berbasis masyarakat

Coral Guardian adalah lembaga nir laba dari Perancis yang sejak tahun 2010 mengembangkan keanekaragaman hayati ekosistem laut di Indonesia dengan melindungi dan menanami kembali daerah terumbu yang rusak, melalui program-program rehabilitasi partisipatif yang melibatkan masyarakat setempat secara langsung.

Sejak tahun 2013, Coral Guardian merencanakan, mengembangkan dan menjalankan program restorasi karang terbesar di Indonesia. Wilayah kerjanya terletak di Gili Trawangan, sebuah pulau karang kecil di antara Bali dan Lombok. Lebih dari 1200 stek karang ditransplantasi pada 34 terumbu yang sedang direstorasi, dengan menggunakan berbagai bahan (keramik, logam) guna mengoptimalkan kolonisasi beragam makhkuk hidup, dalam waktu singkat. Setelah satu tahun, survei biologi pertama menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah spesies hingga 195% di sekitar wilayah restorasi.

Pada tahun 2015, program baru diluncurkan di Pulau Hatamin, di kepulauan Flores. Dengan melibatkan masyarakat nelayan Seraya Besar (10 Km di Utara Labuhan Bajo), melalui berbagai pelatihan biologi kelautan dan penyuluhan masyarakat setempat dan bagi para pemuda tentang pentingnya melestarikan ekosistem laut untuk masa depan lautan dan manusia, 7500 karang berhasil ditransplantasi, selama proyek ini terselenggara.

JPEG
Selain membantu regenerasi keanekaragaman hayati yang hilang, perlindungan ekosistem laut juga membuka pintu ke arah pembangunan sosial dan ekonomi pedesaan, terutama berkat pengembangan program ekowisata dan pemberdayaan keanekaragamanhayati laut. Karang yang punya andil besar dalam pengembangbiakan ikan, turut membantu pengembangan perikanan yang berkelanjutan.

3. Program Pengembangan Ekoturisme dan Proyek Partisipatif yang Orisinil

Salah satu pilar keberhasilan proyek-proyek di Indonesia terletak pada perlindungan zona karang dan penyuluhan untuk meningkatkan kepedulian akan kelestarian terumbu karang bagi semua orang yang sering datang ke daerah terumbu karang. Pada tahun 2016 Coral Guardian bermaksud memberdayakan wilayah pulau Hatamin yang sudah direstorasi, melalui program pengembangan ekowisata. Keuntungan yang diperoleh dari ekowisata akan digunakan untuk membiayai program-program baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Sektor pariwisata berkembang pesat di Flores sejak beberapa tahun terakhir ini, terutama ke arah wisata bawah laut. Dengan mengubah wilayah restorasi karang menjadi tempat untuk menyelam yang dilengkapi dengan Pusat Ekologi Laut, Asosiasi Coral Guardian ingin memastikan keikutsertaan para pelaku lokal dalam jangka panjang, dengan menawarkan wisata snorkling di taman bawah laut kepada para wisatawan dan mengajak mereka untuk turut serta dalam upaya pelestariannya.

JPEG
Berdasarkan asas konservasi partisipatif dan guna mendukung kegiatan Coral Guardian dalam pelestarian ekosistem laut, sebuah proyek partisipatif diluncurkan. Melalui Program ‘Adopsi karang’, dengan cara memberikan sumbangan sebesar 30 €, kita dapat mensponsori penanaman karang dalam program rekonstruksi terumbu karang yang akan datang. Ini merupakan cara yang orisinil untuk berpartisipasi secara aktif dalam pelestarian ekosistem laut. Operasi Coral Guardian mendatang akan memungkinkan penanaman 10 ribu karang di kepulauan Flores dan menciptakan 10 lapangan kerja bagi penduduk setempat.

Keterangan lebih lanjut dapat ditemukan di : www.coralguardian.org

GIF

Data dalam angka :

  • 1 kilo meter persegi terumbu karang dapat menghasilkan antara 5 dan 15 ton ikan dan krustasea (udang, lobster, kepiting);
  • Total keuntungan per tahun yang diperoleh dari terumbu-terumbu karang di dunia mencapai 29,8 milyar dolar (pariwisata: 9,6; perikanan 5,7);
  • Lebih dari 16.000 koral dipindahkan sejak tahun 2010 oleh Asosiasi Coral Guardian dan 30 lapangan kerja tercipta di daerah-daerah.

Diterbitkan pada 24/11/2015

Kembali ke atas