Upacara penyerahan kapal-kapal survey hidro-oseanografi yang dibangun oleh galangan kapal Prancis OCEA

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, didampingi oleh atase pertahanan dan asisten atase pertahanan, menghadiri upacara yang disenggarakan oleh TNI AL di Tanjung Priok (Markas Besar Kolinlamil – Komando Lintas Laut Militer) tanggal 13 Maret 2016.


JPEG
Kapal hidgrografis bernama KRI 900 Rigel dan KRI 934 Spica yang dibangun oleh galangan kapal OCEA di daerah Les Sables d’Olonne Prancis diserahkan oleh kementerian pertahanan Indonesia (Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Laksamana Madya TNI Widodo) kepada TNI AL Indonesia (Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi). Kapal yang memiliki keunggulan teknologi ini kini turut memperkuat armada TNI AL. Selain dihadiri oleh jajaran staf KASAL (wakil, Aspam, Asops dan Aslog), acara penyerahan kedua kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) ini dihadiri pula oleh anggota komisi 1 DPR (bidang luar negeri dan pertahanan), Tubagus Hasanuddin ; Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Dr Timbul Siahaan ; Presdir OCEA, Roland Joassard ; dan Direktur Keselamatan dan Keamanan Maritim, Fabrice Weinbach.

Kedua kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) ini tiba pesisir Indonesia pada bulan Mei (RIGEL) dan Desember (SPICA). Keduanya memegang peranan penting di bidang pengetahuan dasar laut kepulauan Indonesia. Kemitraan dengan Bagian Hidrografi dan Oseanografi AL Prancis (SHOM), yang memberikan bantuan keahliannya untuk mengoptimalkan performa kedua kapal, terjalin dengan amat baik.

JPEG
Dengan cara ini, Kedutaan Besar Prancis dan Misi Pertahanan Kedutaan menunjukkan dukungan penuh mereka terhadap kerja sama Indonesia-Prancis di bidang hidrografi. Kehadiran negara Prancis amat dirasakan oleh KASAL. Selain itu, KASAL juga menyampaikan kepada wartawan Indonesia kepuasannya atas pembelian kedua BHO yang dilengkapi teknologi hidrografis paling canggih di Asia Tenggara. KASAL mengemukakan bahwa untuk melindungi seluruh wilayah perairan Indonesia, dari ujung Barat hingga ujung Timur, masih diperlukan 4 BHO tambahan.

JPEG
JPEG

Diterbitkan pada 18/03/2016

Kembali ke atas